Monday, November 12, 2012

journey of lkp (part 2)


Seorang pemimpin haruslah menjadi panutan bagi anggotanya, itulah yang susah payah ku lakukan untuk bangun, mandi dan berangkat ke sekolah lebih pagi dari biasanya, tidak mudah untuk melakukan semua itu. Aku pulang ke rumah pukul 8 malam karena harus membersihkan beberapa bagian sekolah yang dipakai untuk kegiatan LKP.
Pulang kerumah istirahat stay di ranjang, subuh pukul 5 aku bangun, kusempatkan memasak air panas untuk mandi karena cuaca cukup menantang untuk mandi subuh-subuh, kutinngal air tadi dengan sholat subuh, sangat banyak yang kudoaakan pagi ini, termasuk kesuksesan LKP hari ini.
Pagi-pagi buta aku harus beranjak ke smada, sesampainya di smada sudah cukup banyak anak-anak capas ya bisa dibilang jongos, sudah menunggu di outdoor lantai 3 smada, namun panitia baru hanya sekitar 3 orang termasuk aku, pukul 6 kurang sudah banyak panitia yang hadir diikuti dengan kedatangan para peserta LKP ini.
Pagi harinya kegiatanpun dimulai, peserta yang terlambat kita paksa untuk jalan jongkok dari lantai satu menuju lantai 3, aku hanya bisa teriak sambil iba melihat mereka tarik napas setiba di lantai 3, sampai di lantai 3 pun mereka manuju ruang meteri, dan kekejaman kami terlihat saat kami memaksa mereka kami merayap, lantai sekolah saat itu kotor berat, mereka merayap dan merayap lantai yang mereka lewati bersih seketika, mereka menggunakan baju bebas berwarna putih dan memakai training smada yang juga berwarna putih, bener-bener kotor baju mereka, padahal waktu masih pukul 07.30, masih ada sekitar 10 jam lagi untuk pulang ke rumah
Panitia cukup bagus dan bisa diajak kerja sama, semua saling kordinasi satu sama lain, yang biasanya Paskib kelas 11 berkubu-kubu namun di LKP ini mereka jadi 1
Yulya saat itu juga anggota capas, kulihat dia kotor sekotor-kotornya, aku gak mau negur dia sedikitpun, karena peraturan panitia LKP memang begitu adanya, walaupun aku ketua panitia aku harus mentaati semua peraturan tersebut
Materi-demi materi dijalani para capas,, memasuki waktu ishoma, rekan-rekan panitia mulai menyibukkan diri dengan mengangkat-angkat kursi untuk jurit, bukan jurit malam, namun jurit kali ini dilaksanakan siang hari pukul 1 siang, kerana sekolah melarang kami untuk menginap.
Yulya juga termasuk dalam jajaran presiden atau pemimpin kelompok, teman-temannya diuurus oleh panitia lain, sedangkan sang presiden mendapat tugas berat yaitu mencari foto pahlawan  dengan tutup mata, merayap, dan jalan jongkok, presiden lain sudah mandapat foto presidennya, hanya dia yang belum dapat kami panitia hanya bisa meneriaki para presiden tersebut, akhirnya setelah beberapa lama mencari dia pun dapat fotonya, para presiden kembali harus mendapat tekanan, dengan tangan terikat dibelakang dan mata tertutup kami menggiring mereka untuk dilihatkan kepada teman-teman mereka,  presiden benar-benar kami siksa, kami siksa sesiksa-siksanya, namun masih ada batasannya.
Memasuki akhir dari hari kedua suasana sangat melelahkan sekali, hanya bisa meminum air putih dari tadi, karena 12 jam di smada ini membuatku hampir gila
Para capas telah pulang, dan kami brifing bersama ka hari untuk persiapan hari terakhir besok, pukul 18.30 kami meninggalkan Smada, kebetulan saat aku pulang yulya belum pulang, dan aku berkesempatan menganytarnya ke rumahnya
Dan kegiatan pun kembali dilanjutkan esok hari pukul 6 pagi

0 Tuliskan komentar anda disini:

Post a Comment