Seorang pemimpin haruslah menjadi panutan bagi anggotanya,
itulah yang susah payah ku lakukan untuk bangun, mandi dan berangkat ke sekolah
lebih pagi dari biasanya, tidak mudah untuk melakukan semua itu. Aku pulang ke
rumah pukul 8 malam karena harus membersihkan beberapa bagian sekolah yang
dipakai untuk kegiatan LKP.
Pulang kerumah istirahat stay di ranjang, subuh pukul 5 aku
bangun, kusempatkan memasak air panas untuk mandi karena cuaca cukup menantang
untuk mandi subuh-subuh, kutinngal air tadi dengan sholat subuh, sangat banyak
yang kudoaakan pagi ini, termasuk kesuksesan LKP hari ini.
Pagi-pagi buta aku harus beranjak ke smada, sesampainya di
smada sudah cukup banyak anak-anak capas ya bisa dibilang jongos, sudah
menunggu di outdoor lantai 3 smada, namun panitia baru hanya sekitar 3 orang
termasuk aku, pukul 6 kurang sudah banyak panitia yang hadir diikuti dengan
kedatangan para peserta LKP ini.
Pagi harinya kegiatanpun dimulai, peserta yang terlambat kita
paksa untuk jalan jongkok dari lantai satu menuju lantai 3, aku hanya bisa
teriak sambil iba melihat mereka tarik napas setiba di lantai 3, sampai di
lantai 3 pun mereka manuju ruang meteri, dan kekejaman kami terlihat saat kami
memaksa mereka kami merayap, lantai sekolah saat itu kotor berat, mereka
merayap dan merayap lantai yang mereka lewati bersih seketika, mereka
menggunakan baju bebas berwarna putih dan memakai training smada yang juga
berwarna putih, bener-bener kotor baju mereka, padahal waktu masih pukul 07.30,
masih ada sekitar 10 jam lagi untuk pulang ke rumah
Panitia cukup bagus dan bisa diajak kerja sama, semua saling
kordinasi satu sama lain, yang biasanya Paskib kelas 11 berkubu-kubu namun di
LKP ini mereka jadi 1
Yulya saat itu juga anggota capas, kulihat dia kotor
sekotor-kotornya, aku gak mau negur dia sedikitpun, karena peraturan panitia
LKP memang begitu adanya, walaupun aku ketua panitia aku harus mentaati semua
peraturan tersebut
Materi-demi materi dijalani para capas,, memasuki waktu
ishoma, rekan-rekan panitia mulai menyibukkan diri dengan mengangkat-angkat
kursi untuk jurit, bukan jurit malam, namun jurit kali ini dilaksanakan siang
hari pukul 1 siang, kerana sekolah melarang kami untuk menginap.
Yulya juga termasuk dalam jajaran presiden atau pemimpin
kelompok, teman-temannya diuurus oleh panitia lain, sedangkan sang presiden
mendapat tugas berat yaitu mencari foto pahlawan dengan tutup mata, merayap, dan jalan
jongkok, presiden lain sudah mandapat foto presidennya, hanya dia yang belum
dapat kami panitia hanya bisa meneriaki para presiden tersebut, akhirnya
setelah beberapa lama mencari dia pun dapat fotonya, para presiden kembali
harus mendapat tekanan, dengan tangan terikat dibelakang dan mata tertutup kami
menggiring mereka untuk dilihatkan kepada teman-teman mereka, presiden benar-benar kami siksa, kami siksa
sesiksa-siksanya, namun masih ada batasannya.
Memasuki akhir dari hari kedua suasana sangat melelahkan
sekali, hanya bisa meminum air putih dari tadi, karena 12 jam di smada ini
membuatku hampir gila
Para capas telah pulang, dan kami brifing bersama ka hari
untuk persiapan hari terakhir besok, pukul 18.30 kami meninggalkan Smada,
kebetulan saat aku pulang yulya belum pulang, dan aku berkesempatan
menganytarnya ke rumahnya
Dan kegiatan pun kembali dilanjutkan esok hari pukul 6 pagi




0 Tuliskan komentar anda disini:
Post a Comment