Hidup di kolong jembatan atau tinggal di pinggiran rel kereta menjadi
salah satu cara masyarakat miskin bertahan hidup dari kejamnya ibu kota.
Kondisi
itulah yang kini dirasakan oleh seorang pria di China. Namun bedanya,
sang pria yang berasal dari provinsi Jilin itu memilih tinggal di dalam
toilet umum bersama dengan istri dan seorang anaknya yang masih
balita.
Zeng Lingjun mengubah sebuah toilet umum yang sudah tidak terpakai di
kota Shenyang, China bagian timur laut, sebagai rumah tempatnya
berteduh.
Ia tinggal di tempat tersebut sejak enam tahun silam.
Zeng Lingjun yang hanya seorang tukang sepatu memutuskan untuk tinggal
di toilet tersebut setelah mendapatkan informasi dari temannya.
Alhasil, ia langsung meminjam uang dan menyewa toilet itu sebagai
tempat tinggalnya.
Agar tempat yang ditinggalinya nyaman, Zeng menyulap dengan membongkar
pintu dan semua pemisah bilikk dari kayu. Kemudian ia menutupnya dengan
papan dan mengubahnya sebagai kamar tidur. Sementara itu ruang bilik
yang telah dibongkar dijadikan sebagai gudang sekaligus tempat usaha.
Setelah Zeng menemukan pasangan hidup, ia memutuskan untuk pindak ke
sebuah Apartemen bersama dengan istrinya, namun penghasilannya yang
hanya USD 315 (Rp 2,9 juta perbulan) per bulan dianggap tidak mencukupi
tingginya biaya apartemen. Akibatnya ia memutuskan kembali ke tempat
tinggal lamanya di toilet. Kini keduanya telah memiliki seorang anak
balita.
Bila bau toiletnya sudah tidak tertahankan, Zeng hanya bisa menyiram
dengan air. Dan walaupun hidupnya terlihat sangat memprihatinkan, namun
keluarga kecil itu mengaku tetap bahagia.
Wednesday, April 4, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)









0 Tuliskan komentar anda disini:
Post a Comment