Berikut
daftar lima profesi dengan tingkat stres paling tinggi. Tak perlu
khawatir, jika profesi Anda masuk dalam daftar ini. Anda hanya perlu
melatih diri untuk mengelola stres dengan baik dan jangan segan meminta
bantuan profesional untuk mengatasinya.
1. Pengasuh anak, orang jompo atau orang sakit
Pengasuh anak dan orang jompo berada di peringkat pertama. Sebanyak 11
persen orang dengan profesi ini, mengalami depresi cukup serius.
"Pekerjaan mereka meliputi menyuapi, memandikan dan mengawasi anak,
orang jompo atau orang sakit yang seringkali sulit mengekspresikan rasa
terimakasih dan apresiasi, karena mereka terlalu sakit atau terlalu
muda. Ini sangat memicu stres karena mereka tak banyak mendapat masukan
positif," kata Christopher Willard, psikolog klinis dari Tufts
University dan penulis buku 'Child’s Mind'.
2. Staf pelayanan makanan
Berada di peringkat dua, profesi dengan tingkat stres tinggi adalah staf
pelayanan makanan. Dengan bayaran yang rendah, mereka harus bekerja
cepat, mengingat pesanan, belum lagi mendapat komplain yang tak
habis-habisnya baik dari konsumen maupun atasan.
"Profesi ini paling sulit mendapat ucapan terimakasih. Orang bisa sangat kasar pada pelayan restoran," kata Willard.
3. Pekerja medis
Ini termasuk dokter, suster, terapis dan profesi medis lain, yang
dituntut untuk merawat orang lain semaksimal mungkin. Sementara, mereka
hanya memiliki waktu sedikit untuk merawat dirinya sendiri. Mereka juga
tak memiliki jam kerja yang pasti.
“Setiap hari mereka berhadapan dengan kesakitan, trauma, kematian, belum
lagi reaksi emosi dari anggota keluarga," kata Willard.
4. Pekerja sosial
Berhadapan dengan berbagai masalah sosial, seperti kekerasan anak dan rumah tangga,
tentunya membuat seseorang jadi lebih sensitif. Belum lagi kadang harus
berjuang melawan birokrasi. Ini memang pekerjaan yang butuh pengorbanan
besar.
5. Seniman, penghibur dan penulis
Risiko pekerjaan ini adalah bayaran yang tak teratur, jam kerja yang
tidak jelas, termasuk terisolasi dari dunia luar. Orang-orang kreatif
dengan profesi ini juga diketahui memiliki tingkat gangguan depresi yang
cukup tinggi.
"Saya melihat banyak seniman yang mengalami gangguan bipolar. Pada orang
yang sangat artisitik seringkali gangguannya sulit didiagnosa dan
diatasi," ujar Willard.



