Bayangkan hidup di lokasi sempit, kotor, kumuh, tak ada jarak privasi
dengan tetangga, bahkan untuk menonton TV harus Anda lakukan di atap
landai beralaskan semen. Itu pun harus bersama tetangga lain yang juga
memiliki hidup sama kerasnya dengan Anda. Jangan mengira di atap itu
Anda bisa melihat langit cerah. Melainkan deretan tembok lusuh dengan
jejeran jemuran pakaian tetangga.
Kowloon Walled City dari udara
Anda
tak bisa mengeluh pada petugas keamanan mengenai kondisi lingkungan
atau pun adanya tindak kekerasan di situ. Karena memang penguasa
wilayah itu adalah para anggota gangster, mucikari, dan pengedar
obat-obatan. Ini jadi sedikit bayangan kondisi keadaan di Kowloon
Walled City, Hong Kong. Lokasi seluas 0,03 kilometer persegi yang
dijejali 50.000 orang pemukim liar dalam 350 bangunan bertingkat nan
kumuh. Wilayah ini tadinya menjadi pos militer China, namun saat bangsa
Inggris mengklaim Hong Kong di tahun 1898, daerah ini ditelantarkan.



